Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rentan terjadi gempa bumi di dunia. Pada dua puluh tahun terakhir terjadi beberapa kejadian gempa yang telah banyak menimbulkan kerugian, yaitu korban jiwa, baik yang meninggal dunia dan luka-luka, juga kerugian materil yang terjadi akibat kerusakan bangunan dan infrastruktur, maka para teknokrat khususnya dari bidang teknik sipil harus belajar dan memahami dengan baik bagaimana mendesain bangunan gedung yang dapat bertahan terhadap gempa bumi.
Kejadian gempa yang seperti disebutkan dapat mengganggu kehidupan masyarakat pada saat terjadi gempa dan setelah gempa, dalam kurun waktu yang relatif lama. Potensi tingkat kerawaan gempa yang sangat tinggi ini, merupakan suatu fenomena alam yang tidak bisa dihindari dan waktunya sulit untuk diprediksi secara akurat. Kerusakan yang terjadi secara tidak langsung pada tanah yang menyebabkan terjadinya likuifaksi, kelongsoran lereng, keretakan tanah, deformasi yang berlebihan dan lain-lain juga terjadi kerusakan berat pada struktur secara langsung akibat adanya gaya inersia yang dapat diterima pada bangunan atas selama goncangan terjadi.