Kata kimia tersebut dapat diartikan sebagai senyawa atau reaksi kimia dalam tubuh, sedangkan klinik diartikan sebagai kondisi patologis tubuh atau penyakit. Oleh karena itu, ilmu ini mempelajari mekanisme atau senyawa kimia/biokimia tubuh dan kaitannya dengan penyakit, atau dengan kata lain ilmu ini menghubungkan antara senyawa kimia atau mekanisme biokimia dengan kondisi patologis. Istilah lain Kimia Klinik yaitu Biokimia Klinik atau Patologi Klinik, namun lebih disepakati sebagai Kimia Klinik untuk membedakan dengan ilmu Biokimia Kedokteran (Medical Biochemistry) dan Patologi.
Keilmuan Kimia Klinik tidak terlepas dari pemahaham tentang Laboratorium Klinik atau Laboratorium Medik yang mempunyai peranan utama untuk menyediakan informasi biokimia yang digunakan untuk manajemen pasien. Informasi biokimia tersebut dapat terkait langsung dengan sistem metabolisme, misalnya kadar glukosa pada diabetes mellitus, atau sebagai akibat dari kondisi penyakit tertentu, misalnya kenaikan kadar kreatinin pada kondisi gagal ginjal. Manajemen pasien terdiri dari skrining, prognosis, diagnosis dan monitoring.