Modernitas, sebagai sebuah proyek historis yang membawa transformasi besar dalam kehidupan manusia, telah menghadirkan tantangan serius bagi tradisi keagamaan, termasuk Islam. Rasionalisme, sekularisasi, demokratisasi, serta perkembangan HAM universal merupakan bagian dari realitas modern yang acapkali menuntut tafsir ulang (reinterpretasi) terhadap teks dan tradisi Islam. Buku ini menempatkan modernitas tidak sebagai ancaman yang harus ditolak secara apriori, tetapi sebagai konteks yang menuntut keterbukaan, kedewasaan intelektual, dan keberanian untuk berdialog secara kritis dan refl ektif dengan warisan keilmuan Islam.
Di tengah maraknya wacana HAM yang kerap dipolitisasi dan disimplifikasi, buku ini ingin menghadirkan alternatif yang berimbang dan akademik. Pembaca diajak untuk tidak terjebak dalam dikotomi apologetik maupun sikap reaktif. Sebaliknya, pembaca diajak mengembangkan pendekatan yang bersifat ijtihad, terbuka terhadap pembaruan, namun tetap berakar kuat dalam nilainilai teologi Islam. Buku ini juga berusaha menunjukkan bahwa kritik terhadap modernitas tidak selalu berarti penolakan total, tetapi dapat menjadi peluang untuk menegosiasikan kembali nilainilai keadilan dan kemanusiaan dalam bingkai Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.